RENCANA PEMENUHAN DAN KESIAPAN INDONESIA UNTUK MEF 2017

 2017, ALUTISTA TNI, Duniaberita, INDONESIA, MEF, RENCANA, TNI, TNI AD, TNI AL, TNI AU

INDONESIAN MILITARY | Berikut Ini adalah bagan rencana pemenuhan dan kesiapan MEF TNI tahun 2017. Yang menarik di sini, selain TNI AD, TNI AU juga memproyeksikan pembelian helikopter Angkut Berat. Kandidat kuat untuk helikopter Angkut berat TNI AD, adalah CH-47 Chinook. Detil dari jenis jenia alutsista yang dipasok, akan semakin jelas, seiring berjalannya waktu. Namun satu yang menjadi catatan, pengadaan alutsista buatan dalam negeri harus terus didorong dan dilanjutkan demi kemandirian. Transfer Teknologi, harus tetap menjadi kata kunci, dalam mengakusisi alutsista dari luar negeri.

TNI AL menargetkan pengadaan kapal offshore patrol vessels (OPV). Belum diketahui apakah kapal OPV  ini dimaksudkan KCR-60 dan KCR-40 atau jenis lainnya. Namun jika melihat rencana besar TNI AL, tampaknya pilihannya akan jatuh ke KCR-60 dan KCr-40 yang dilengkapi dengan rudal. Asumsinya, OPV akan banyak bergerak, sehingga membutuhkan kapal dengan biaya operasi yang tidak besar. Di luar itu TNI AL terus mengejar pembuatan light frigate sigma 10514 PT PAL, Surabaya.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, sempat menyatakan ketertarikannya terhadap Chinook, karena selain digunakan untuk militer, juga bisa untuk sosial, seperti penanggulangan bencana dan sebagainya. Namun rumors terakhir berhembus di forum militer, TNI AD juga berminat dengan Mil Mi-26 asal Rusia. Selama ini TNI AD memang telah terbiasa dengan helikopter Rusia seperti Mi-17 dan Mi-35. Namun minat dari TNI AD untuk Mi-26, belum pernah disampaikan secara langsung oleh pejabat yang berwenang.
Namun untuk TNI AU, belum diketahui heli angkut berat jenis apa yang akan diakusisi oleh mereka. TNI AU juga memproyeksikan pembelian sistem pertahanan udara jarak menengah. Kanidat yang ramai beredar adalah  Sky Dragon-50 Air Defense System buatan Norinco China, atau NASAMS , (Norwegian Advanced Surface to Air Missile). Dengan ketegangan yang meningkat antara China dan Indonesia, akibat perilaku China di perairan Natuna, bisa Sky Dragon 50 Norinco, akan ditinggalkan.

Related Posts

Tinggalkan Balasan