Pemerintah akan Bahas Kematian 1.800 Ton Ikan di Haranggaol

 Duniaberita, PARAWISATA, PEMERINTAHAN, PERTANIAN
Anggota DPR RI dari Komisi III Junimart Girsang dan Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba beserta rombongan mengunjungi petani Keramba Jaring Apung (KJA) di Desa Bandar Saribu Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun, Sabtu (7/5/2016) pukul 14.51 WIB.
BERITASIMALUNGUN.COM, Haranggaol-Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mengadakan rapat koordinasi untuk menangani kasus kematian sekitar 1.800 ton ikan keramba jaring apung (KJA) petani di Haranggaol, Simalungun, Sumatera Utara.

“Rencana rapat koordinasi yang akan dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan itu langsung disampaikan Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto setelah kasus itu dilaporkan DPD RI,” kata Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba yang dihubungi dari Medan, Senin (9/5/2016). (Baca Juga: Geli Melihat Komentar Nitizen Soal Ikan Mati di KJA)
Parlindungan berada di Jakarta usai turun ke Haranggaol menyaksikan ikan KJA yang bermatian akibat kekurangan oksigen. Menurut jadwal, rapat koordinasi itu dilakukan di Medan pada tanggal 11 Mei. (Foto Pembersihan Ikan Mati di KJA)
Mengutip pernyataan Slamet Soevjakto, Parlindungan mengatakan bahwa penanganan KJA itu harus juga berdasarkan zonasi perwilayahan cara berbudi daya ikan yang baik.
KJA di Haranggaol diharapkan dapat dipertahankan dan dijadikan sebagai zona perikanan untuk memenuhi kebutuhan ikan tawar di Sumut sekaligus menjadi destinasi wisata yang potensial.
Menurut Parlindungan, pemerintah pusat diharapkan serius menangani masalah perikanan di Haranggaol Sumut.
Penanganan petani KJA, diakui harus dilaksanakan secara terpadu, apalagi di kawasan itu ada 400 kepala keluarga yang menggantungkan hidup dan ada Danau Toba yang sudah dijadikan pemerintah sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia.
“Petani KJA Haranggaol sendiri sudah menegaskan akan mengikuti aturan pemerintah agar pengelolaan dan penanganan teknik budi daya KJA ramah lingkungan,” katanya.
Pelaksanaan budi daya KJA yang sesuai dengan Kepmen Nomor 2 Tahun 2007 tentang Cara Budi Daya Ikan yang baik dan ramah lingkungan diharapkan Parlindungan bisa diterapkan pada petani di Haranggaol.
Sebelum dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, dia sudah berkomunikasi dengan Menteri Pertanian agar kementerian itu juga bisa membantu masyarakat dalam penyediaan bibit bawang merah.
Tujuan pemberian bibit bawang merah itu agar petani KJA tersebut punya alternatif lain dalam menyambung kehidupan. “Peristiwa matinya 1.800 ton ikan petani KJA di Haranggaol, Danau Toba yang terjadi sejak 20 April dengan menimbulkan kerugian sekitar Rp43 miliar harus ditangani dengan kebijakan yang tepat,” katanya.(ANT)


Related :

  • suroan di bantur

Related Posts

Tinggalkan Balasan