Catatan Pinggir Sodugaon Sitanggang: Warna Warni Kehidupan Warga Samosir Ditanah Destinasi Budaya dan Wisata

 ADAT ISTIADAT, Duniaberita, INFRASTRUKTUR, JURNALISME WARGA, PARAWISATA, PEMERINTAHAN, PERISTIWA, RAGAM BUDAYA, SENIMAN, SUARA AKTIVIS
Salut dengan orang tua saat ini khususnya orangtua yang disekitar saya ini. Seperti yang saya kaji, apalagi bulan yang menjelang Natal, otomatis persiapan baju untuk anak anaknya harus dan memang harus!! Foto-foto Sodugaon Sitanggang.
BeritaSimalungun.com, Samosir-Panorama Kabupaten Samosir yang dikelilingi Danau Toba merupakan kekayaan Indonesia yang tiada tara. Kekayaan seni budaya dan potensi wisata yang mempesona menjadikan Samosir sebagai warna-warni Pesona Negeri di bagian Sumatera. Kekuatan Adat Budaya dan Adat Istiadat juga dimiliki Samosir. Namun wajah Samosir yang indah hingga kini belum mampu memberikan sinar pencaharian bagi warga sekitarnya.

Berikut ini cetatan pinggir Sodugaon Sitanggang, seorang aktivis muda bidang Pendidikan dan Pemerhati Samosir tentang situasi masyarakat terkini di Samosir.

Salut dengan orang tua saat ini khususnya orangtua yang disekitar saya ini. Seperti yang saya kaji, apalagi bulan yang menjelang Natal, otomatis persiapan baju untuk anak anaknya harus dan memang harus!!

Disituasi saat ini yang penghasilan masyarakat hanya paspasan sebagai mayoritas penghasilan dari tani, dengan cuaca saat ini yang tidak bersahabat bagi pertanian di Samosir (Kemarau), kita tidak tau gimana?

Untunglah ada proyek-proyek desa yang bisa sedikit membantu belanja kebutuhan ke rumah untuk beli beras dan yang lainya.

Tapi saya pribadi salut dengan orangtua-orang tua yang saya lihat ini. Meskipun begitu anak tetap bisa kuliah ke luar kota bahkan ke luar Sumatera, sungguh luar biasa memang kuasa Tuhan.

Samosir Tanah yang Dipastikan

Pantas orang bilang “ISRAEL TANAH YANG DIJANJIKAN, TAPI SAMOSIR TANAH YANG DI PASTIKAN. Selamat berjuang kak S Mariana Sagala di kota kembang (bandung) sana. Sebenarnya kami, dan saya mewakili dari sahabatmu, Team Rumah Belajar yang di Buhit Samosir sedih dengan pilihanmu yang mau mengadu nasib di Kota Bandung.

Tapi kita tidak bisa berbuat apa apa. Ini masalah kemajuan, kami hanya bisa berdoa, semoga kakak Santi bisa sukses di sana dan tidak lupa dengan kami.

Apalagi nanti anak-anak mendengar pilihanmu ini, mereka pasti sedih. Mencari dan selalu mencari Kak Santi. Meraka akan merindukanmu sebagai Ketua Rumah Belajar, dan akan kangen akan cerewetmu.

Semualah pokoknya, apalagi saya pribadi sangat salut dengan kamu yang tidak mengenal cape, walaupun sering berdebat, saling ego, keras kepala, tapi tetap menghasilkan yang positif. Dan buat Bapa Romual Tobink semangat lae, kita berjuang bersama sama.

Rumah Belajar Buhit yang digagas Sodugaon Sitanggang CS menjadi pendidikan di luar sekolah bagi anak-anak di Samosir. Rumah Belajar Buhit ini juga mengajarkan anak-anak karakter sebagai Anak Indonesia yang menjunjung tinggi Adat Istiadat (Batak) dan Tetap Menjaga Kemajemukan Masyarakat Indonesia. (Sodugaon Sitanggang/Lee) 
Songon paronan mulak botari…(Seperti Pedagang Pulang Petang-red)

Selamat berjuang Kak Santi Mariana Sagala di kota kembang (Bandung) sana. Sebenarnya kami, dan saya mewakili dari sahabatmu, Team Rumah Belajar yang di Buhit Samosir sedih dengan pilihanmu yang mau mengadu nasib di Kota Bandung.

Selamat berjuang Kak Santi Mariana Sagala di kota kembang (Bandung) sana. Sebenarnya kami, dan saya mewakili dari sahabatmu, Team Rumah Belajar yang di Buhit Samosir sedih dengan pilihanmu yang mau mengadu nasib di Kota Bandung.

Selamat berjuang Kak Santi Mariana Sagala di kota kembang (Bandung) sana. Sebenarnya kami, dan saya mewakili dari sahabatmu, Team Rumah Belajar yang di Buhit Samosir sedih dengan pilihanmu yang mau mengadu nasib di Kota Bandung.

Selamat berjuang Kak Santi Mariana Sagala di kota kembang (bandung) sana. Sebenarnya kami, dan saya mewakili dari sahabatmu, Team Rumah Belajar yang di Buhit Samosir sedih dengan pilihanmu yang mau mengadu nasib di Kota Bandung.

Samosir Masih ..

Sigagat Duhut (Hewan Herbivora).
Paeret Horbo.

Anak-Anak Samosir

Sianjur Mula-mula

Pagi pagi (Sabtu 19 Nopember 2016) sudah di suguhin pemandangan yang mengingatkan kita waktu zaman yang tidak jauh dengan tradisi berjalan kaki, sambil menjingjing sepatu (ricker), apalgi disuasana pagi yang segar ini dan ditemani segelas kopi asli SAMOSIR…kita ingat betul kenangan itu..

Tanah Samosir 

Anak-anak Samosir. Rico, Rodearno, Jhon Malinton.

Uhuk-uhuk.


Related Posts

Tinggalkan Balasan