Anakku di Samosir…. (Sebuah Kisah Nyata Kasat Mata Tongam Sirait)

 Duniaberita, INFRASTRUKTUR, JURNALISME WARGA, PENDIDIKAN
Anakku di Samosir..

Oleh: Tongam Sirait


Anakku di Samosir..

Ketika air hujan turun rintik2
Dipersimpangan jalan parmonangan
Seorang anak SD,melambaikan tangan
“Tulang…tulang dohot ahu !!”


Tersentak kaget aku melihat gadis kecil itu
Dengan sepatu ditangan..akupun mengajaknya
Naik motor yg kukendarai..


Tujuan kami dengan Tasha Band
Kesosor tolong diatas bukit Tomok..


Setelah mereka kutinggalkan disana
Aku bertanya pada gadis kecil dibelakangku,dimana rumahmu??
Masih jauh tulang..sudah 5 km 


Masih jauh???”kataku dengan lirih..di Sihombing
Do hutaku tulang katanya sambil 


Kulihat rona wajahnya yg membuatku
Sedih,akupun mengantarkannya diatas
Bukit itu,sambil bertanya..naso dialap oma
Dohot Bapa doho?mangula do nasida katanya
Sekitar 6 km lagi aku harus mengendarai..


Dang adong huroha bus??adongdo tulang..namun dia gelisah..saya yakini Dia tidak punya uang…


Anak gadis sekecil ini harus berjalan 10 km..
Mendaki,tak beralas kaki..aku terenyuh
Rasanya dadaku sesak..bukankah ini 


“Tanah subur kepingin sorga?”apakah hanya
Akan segelintir orang yg merasakan indahnya
Danau Toba??bukankah landasan sebuah kesepakatan adalah sejahtera??tertoreh


Hatiku menangis..
Kawanku berkata”air dan apapun itu harus
Kita bayar di negeri ini..


Anakku tetaplah berjuang dinegeri
Yg sombong ini..”monaco of asia”
Karena kamu dan aku hanya butir2
Yg jatuh dikegelisahan akan apa
Dan bagaimana ..

Related Posts

Tinggalkan Balasan